Penemu Bilangan Nol

8:13:00 PM Edit Artikel
image

Sering kita mendengar istilah algoritma. Namun, tahukah siapa penemunya? Bisa jadi kita menduga orang tersebut dari dunia Barat. Padahal, ia adalah seorang ilmuwan muslim yang bernama Al-Khawarizmi. Algoritma dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, berarti prosedur sistematis untuk memecahkan masalah matematis dalam langkah-langkah terbatas. Nama Algoritma berasal dari nama julukan al-Khawarizmi. Al-Khawarizmi yang mempunyai nama lengkap Abu Abdullah Muhammad Ibnu Musa ini lahir sebelum tahun 800 M. Namanya merujuk pada sebuah daerah di timur laut Kaspia yaitu Khawarizm.
            Al-Khawarizmi diperkirakan hidup di pinggiran Baghdad pada masa Khalifah al-Ma’mun (813-833 M) zaman dinasti Abbasiyyah. Khalifah al-Ma’mun menjadi sahabat karibnya. Dia menjadikan al-Khawarizmi sebagai anggota Bait al-Khikmah (Wisma Kearifan) di Baghdad. Sebuah lembaga penelitian ilmu pengetahuan yang didirikan oleh Khalifah Harun ar-Rasyid. Bait al-Khikmah memiliki berbagai keunggulan yang masyhur di dunia Islam. Dari situlah ia belajar dan menuai kesuksesan. Dalam bidang Astronomi dan Aljabar kesuksesan al-Khawarizmi diawali dan didedikasikan kepada Khalifah al-Ma’mun. Melalui Ilmu Astronomi, al-Khawarizmi mengungkap ramalan tentang waktu Nabi Muhammad SAW dilahirkan secara cermat. Al-Khawarizmi juga tercatat sebagai salah seorang astronom yang ikut membuat peta dunia atas permintaan Khalifah al-Ma’mun. Peta dunia tersebut kemudian dikenal dengan nama Peta Ptolemy.
Karya Aljabarnya yang paling monumental berjudul al-Mukhtasar fi Hisab al-Jabr wal-Muqabalah (Ringkasan Perhitungan Aljabar dan Perbandingan). Buku tersebut menguraikan pengertian-pengertian geometris. Ia juga menyumbangkan teorema segitiga sama kaki yang tepat, perhitungan tinggi serta luas segitiga, dan luas jajaran genjang serta lingkaran. Dengan demikian, dalam beberapa hal al-Khawarizmi telah membuat aljabar menjadi ilmu eksak.Dalam bukunya, al-Khawarizmi juga memperkenalkan kepada dunia ilmu pengetahuan angka 0 (nol) yang dalam bahasa Arab disebut sifr. Sebelum al-Khawarizmi memperkenalkan angka nol, para ilmuwan mempergunakan abakus, semacam daftar yang menunjukkan satuan, puluhan, ratusan, ribuan, dan seterusnya, untuk menjaga agar setiap angka tidak saling tertukar dari tempat yang telah ditentukan dalam hitungan. Karya-karya al-Khawarizmi di bidang matematika sebenarnya banyak mengacu pada tulisan mengenai aljabar yang disusun oleh Diophantus (250 SM) dari Yunani. Namun, dalam meneliti buku-buku aljabar tersebut, al-Khawarizmi menemukan beberapa kesalahan dan permasalahan yang masih kabur. Kesalahan dan permasalahan itu diperbaiki, dijelaskan, dan dikembangkan oleh al-Khawarizmi dalam karya-karya aljabarnya. Oleh sebab itu, tidaklah mengherankan apabila ia dijuluki ”Bapak Aljabar.”
Dibidang ilmu ukur, al-Khawarizmi juga dikenal sebagai peletak rumus ilmu ukur dan penyusun daftar logaritma serta hitungan desimal. Namun, beberapa sarjana matematika Barat, seperti John Napier (1550–1617) dan Simon Stevin (1548–1620), menganggap penemuan itu merupakan hasil pemikiran mereka.Selain matematika, Al-Khawarizmi juga dikenal sebagai ahli astronomi, astrologi, geografi dan kartografi. Al-Khawarizmi wafat sekitar tahun 266 H / 850 M di Baghdad. ( Sumber: Matematikawan Muslim Terkemuka, Mohainin Mohamed, 2001, Jakarta: Salemba Teknik).
Previous
Next Post »
Show comments