Konsep Atom dalam sains dan IIslam

9:38:00 PM Edit Artikel


KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan lancar.
Sholawat serta salam senantiasa saya curahkan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, keluarga serta para sahabatnya. Dan semoga kita sebagai umat beliau diberi safa’at. Amin.
Makalah yang berjudul “KONSEP ATOM DALAM ISLAM DAN SAINS” ini saya susun sebagai mata kuliah Keterpaduan Ilmu teknologi dan islam. Makalah ini saya buat sesuai dengan apa yang telah saya pelajari dari berbagai sumber.
Saya menyadari makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Saran dan kritik yang membangun senantiasa saya harapkan. Mudah-mudahan Makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan saya mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan ataupun kata yang kurang berkenan.



Semarang,   Oktober 2013
Penulis,











BAB I
PENDAHULUAN


A.   Latar Belakang
Dalam menjalankan tugasnya sebagai khalifah di muka bumi ini, manusia memerlukan Al Qur’an sebagai petunjuk, untuk memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Kebahagiaan di dunia hanya dapat diperoleh apabila kita mempunyai ilmu pengetahuan. Dengan bekal   karunia dari  Allah berupa akal  inilah manusia dituntut untuk dapat mengungkap ayat-ayat Al Qur’an yang berisi  ilmu pengetahuan, sehingga bisa mengelola bumi beserta isinya dengan sebaik – baiknya demi kesejahteraan umat manusia.
Perkembangan teori atom merupakan suatu perubahan yang terjadi akibat dari pemikiran atau pendapat para ahli yang berbeda disesuaikan dengan perubahan zamannya. Perkembangan teori atom terdiri dari beberapa macam yaitu teori atom John Dalton, teori atom J J Thomson, teori atom Rutherford, teori atom Bohr  dan teori atom modern (mekanika gelombang).

B.   Rumusan Masalah
1.    Apakah  atom itu?
2.    Bagaimana sejarah perkembangan atom itu?
3.    Bagaimana konsep atom dalam Al Qur’an itu?

C.   Tujuan Penulisan
1.    Untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang atom dan perkembangannya.
2.    Dengan mengetahui konsep atom dalam alqur’an ini akan membuat  kita semakin cinta kepada Al Qur’an, sehingga  dapat mempertebal keimanan  dan menambah ketaqwaan kita kepada Allah SWT.




BAB II
PEMBAHASAN

A.   Pengertian Atom
Atom berasal dari bahasa Yunani yaitu Atomos yang terdiri dari kata  "a"  yang berarti "tidak" dan "tomos"  yang berarti "terbagi", jadi atom merupakan sesuatu yang tidak dapat terbagi-bagi lagi.[1] Atom merupakan partikel yang berukuran sangat kecil sehingga sulit untuk dilihat, dibayangkan, dan digambarkan struktur atomnya. Para ahli kimia dan fisika melalui penyelidikan dan  eksperimen berusaha untuk memberikan gambaran tentang atom
 Berikut ini beberapa Pengertian Atom Menurut para Ahli:
  • Pengertian Atom Menurut Demokritos: Atom adalah partikel terkecil penyusun seluruh materi di alam semesta.
  • Pengertian Atom Menurut John Dalton: Atom adalah partikel terkecil dari suatu unsur yang masih mempunyai sifat seperti unsurnya.
  • Pengertian Atom Menurut J.J. Thomson: Atom adalah bola yang bermuatan positif dan elektron yang bermuatan negatif tersebar secara merata.
  • Pengertian Atom Menurut Ernest RutherfordAtom adalah partikel yang terdiri dari inti atom, yaitu proton dan neutron yang berada pada bagian pusat dan dikelilingi elektron-elektron.

B.   Sejarah Perkembangan  Atom
Perkembangan atom diawali pada abad ke 4 SM yang dipelopori oleh ilmuwan dari Yunani bernama Leucippus dari Miletus-Yunani (440 SM) dan muridnya Democritus dari Abdera (460 SM). Mereka menyumbangkan hasil pemikiraannya tentang benda terkecil di alam semesta ini. Dasar pemikiran mereka dengan membayangkan seandainya sebuah benda dipecah, lalu pecahannya itu dipecah lagi sampai menjadi bagian terkecil dan tak bisa dipecah lagi,sehingga mereka menyimpulkan bahwa pasti ada bagian yang paling terkecil dari suatu benda yang tidak bisa dibagi -bagi lagi dan menamakannya dengan atomos yang kemudian lebih dikena  l dengan atom.[2] Selain kedua ilmuwan tersebut ternyata orang Asia juga memiliki konsep atom dari pemikiran dasar orang Hindu tentang kehidupan ini.Menurut orang Hindu makhluk hidup itu tersusun dari bagian yang amat kecil menjadi bagian yang lebih besar dan berkembang menjadi makhluk hidup.Jasad hidup ini akan hilang apabila sudah menjadi bagian yang amat kecil dan tidak dapat dibagi lagi,berupa debu atau abu yang sangat halus yaitu atom.
Selama kurang lebih 2000 tahun teori tentang atom dari Demokritus dan Leukipos ini tidak berkembang sama sekali. Baru pada abad ke -18 para ilmuwan mulai percaya karena konsep atom ini relevan dengan proses fisika dan kimia yang mulai berkembang. Diawali konsep atom yang dikemukakan oleh John Dalton pada tahun 1803 bahwa :
1.    Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi lagi.
2.    Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil, suatu unsur  memiliki atom-atom yang identik dan unsur yang berbeda memiliki atom yang berbeda[3]
Walaupun konsep atom John Dalton ini belum begitu jelas namun ternyata dapat membangkitkan gairah dan semangat para ilmuwan untuk membuat teori tentang atom.
Teori atom berkembang dengan cepat. ketika seorang ilmuwan Rusia bernama D.I Mendeleyev  tahun 1869 menerangkan tentang atom – atom yang dapat disusun dalam bentuk table berkala yang masih dipakai sampai sekarang. Selanjutnya muncul gagasan  dari J.J. Thomson seorang ilmuwan dari Inggris  pada tahun1897 berhasil membuat teori model atom.
1.    Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan di dalamya tersebar muatan negatif elektron-elektron
2.    Model atom ini dapat digambarkan sebagai model kue berkismis (plum-pudding)  kismis menggambarkan elektron yang tersebar marata dalam kue, yang pada model atom Thomson dianalogikan sebagai bola positif yang pejal.[4]
Namun teori ini dianggap belum lengkap dan disempurnakan lagi oleh ilmuwan dari New Zeland tahun 1915 bernama Ernest Rutherford. Model Atom Rutherford menyatakan bahwa Atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif dan bersifat masif yang dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif.[5] Rutherford menduga bahwa didalam inti atom terdapat partikel netral yang berfungsi mengikat partikel-partikel positif agar tidak saling tolak menolak. Dalam model inielektron tidak dapat diam karena tidak ada sesuatu yang dapat mempertahankannya melawan gaya tarik  inti.
Teori  model atom dari Rutherford ini  ternyata juga belum lengkap, kemudian  disempurnakan lagi oleh teori atom Neils Bohr seorang ilmuwan Denmark pada tahun 1916 yang dikenal dengan teori atom orbital elektronnya.[6] Menurut model atom Bohr, elektron-elektron mengelilingi inti pada lintasan-lintasan tertentu seperti susunan planet matahari yang disebut kulit elektron atau tingkat energi. Tingkat energi paling rendah adalah kulit elektron yang terletak paling dalam, semakin keluar semakin besar nomor kulitnya dan semakin tinggi tingkat energinya.

C.   Konsep Atom Dalam Al Qur’an
Kata atom ternyata telah dituliskan dalam  Al Qur’an jauh sebelum dunia ilmu pengetahuan menemukannya. Di dalam  Al Qur’an sendiri kata atom terdapat pada lafadz ”dzarrah” yang  dalam terjemahannya mempunyai dua pemahaman, yaitu:
1.    Dzarrah diartikan sebagai butir yang sangat kecil yang tidak lain adalah atom (Lihat Terjemah Al Qur’an yang diterbitkan oleh Departemen Agama RI dan beberapa kitab terjemah  dan tafsir Al Qur’an terbaru)
2.    Dzarrah diartikan sebagai semut kecil (muda) atau semut hitam atau sesuatu yang kecil itu sebagai biji sawi. (Kamus Arab-Inggris karya Edward Lane, Arabic –English Lexicon, dll)
Namun di zaman modern ini lafadz dzarrah diartikan dengan atom. Atom yang ukurannya sangat kecil ini di dalam Al Qur’an disebut dengan dzarrah dan ternyata di dalam al qur’an disebut beberapa kali, antara lain :
1.    QS. Yunus, 10: 61
$tBur ãbqä3s? Îû 5bù'x© $tBur (#qè=÷Gs? çm÷ZÏB `ÏB 5b#uäöè% Ÿwur tbqè=yJ÷ès? ô`ÏB @@yJtã žwÎ) $¨Zà2 ö/ä3øn=tæ #·Šqåkà­ øŒÎ) tbqàÒÏÿè? ÏmÏù 4 $tBur Ü>â÷ètƒ `tã y7Îi/¢ `ÏB ÉA$s)÷WÏiB ;o§sŒ Îû ÇÚöF{$# Ÿwur Îû Ïä!$yJ¡¡9$# Iwur ttóô¹r& `ÏB y7Ï9ºsŒ Iwur uŽy9ø.r& žwÎ) Îû 5=»tGÏ. AûüÎ7B ÇÏÊÈ  

kamu tidak berada dalam suatu Keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Quran dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).
Makna yang tersirat dalam surat di atas maka al qur’an sejak 15 abad yang lalu telah mengisyaratkan bahwa dzarrah atau atom itu berukuran kecil. Walaupun tidak secara tegas dikatakan seberapa kecilnya atom itu,tapi tersirat bahwa atom itu meskipun kecil ada ukurannya. Pada saat ini para ilmuwan telah dapat menemukan ukuran diameter atom, yaitu 10-8 cm
2.    QS. As Saba’, 34: 3
tA$s%ur tûïÏ%©!$# (#rãxÿx. Ÿw $oYÏ?ù's? èptã$¡¡9$# ( ö@è% 4n?t/ În1uur öNà6¨ZtÏ?ù'tGs9 ÉOÎ=»tã É=øtóø9$# ( Ÿw Ü>â÷ètƒ çm÷Ztã ãA$s)÷WÏB ;o§sŒ Îû ÏNºuq»yJ¡¡9$# Ÿwur Îû ÇÚöF{$# Iwur ãtóô¹r& `ÏB šÏ9ºsŒ Iwur çŽt9ò2r& žwÎ) Îû 5=»tGÅ2 &ûüÎ7B ÇÌÈ  
dan orang-orang yang kafir berkata: "Hari berbangkit itu tidak akan datang kepada kami". Katakanlah: "Pasti datang, demi Tuhanku yang mengetahui yang ghaib, Sesungguhnya kiamat itu pasti akan datang kepadamu. tidak ada tersembunyi daripada-Nya sebesar zarrahpun yang ada di langit dan yang ada di bumi dan tidak ada (pula) yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)",
Makna yang tersirat pada kedua ayat diatas kiranya tidak bertentangan dengan konsep atom yang dikemukakan oleh para ilmuwan, bahwa atom yang awalnya dianggap sebagai partikel paling kecil sebenarnya bisa dibagi lagi menjadi proton, neutron dan elektron. Bahkan hasil riset fisika partikel mengungkapkan bahwa proton, neutron,dan elektron yang membentuk atom sebenarnya terdiri dari sub partikel yang dinamakan Quark.[7]

3.    QS. As Saba’, 34: 22
È@è% (#qãã÷Š$# šúïÏ%©!$# LäêôJtãy `ÏiB Èbrߊ «!$# ( Ÿw šcqà6Î=ôJtƒ tA$s)÷WÏB ;o§sŒ Îû ÏNºuq»yJ¡¡9$# Ÿwur Îû ÇÚöF{$# $tBur öNçlm; $yJÎgŠÏù `ÏB 78÷ŽÅ° $tBur ¼çms9 Nåk÷]ÏB `ÏiB 9ŽÎgsß ÇËËÈ  
Katakanlah: " serulah mereka yang kamu anggap (sebagai Tuhan) selain Allah, mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarrahpun di langit dan di bumi, dan mereka tidak mempunyai suatu sahampun dalam (penciptaan) langit dan bumi dan sekali-kali tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya.

4.    QS. Al Zalzalah, 99: 7
`yJsù ö@yJ÷ètƒ tA$s)÷WÏB >o§sŒ #\øyz ¼çnttƒ ÇÐÈ  
Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya.

5.    QS. Al Zalzalah, 99: 8
`tBur ö@yJ÷ètƒ tA$s)÷WÏB ;o§sŒ #vx© ¼çnttƒ ÇÑÈ  
dan Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya pula.
Keempat ayat di atas secara tegas mengatakan bahwa dzarrah itu mempunyai berat.  Pada awal diturunkannya Al Qur’an,memang manusia belum memikirkan berapa berat atom itu? Karena perhatian masyarakat  lebih tertuju kepada usaha perbaikan aqidah dan akhlak. Namun saat ini para ilmuwan telah dapat membuktikan bahwa atom memiliki berat dan dapat menentukan berat proton, neutron, dan elektron.yaitu:
Berat Proton    = 1,673 x 10-27 kg
Berat Neutron= 1,675 x 10-27  kg
Berat Elektron= 9,109 x 10-31 kg[8]
Walaupun berat proton neutron, dan elektron  sangat kecil tapi secara fisis keberadaanya telah membuktikan kebenaran QS. Al Qamar,54: 49 berikut
$¯RÎ) ¨@ä. >äóÓx« çm»oYø)n=yz 9ys)Î/ ÇÍÒÈ  
Artinya : “Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.
Dari uraian diatas dapat kita lihat mu’jizat Sains dari Al Qur’an telah terbukti bahwa adanya  partikel terkecil di alam ini yang dikenal dengan atom  telah tertulis di dalam Al Qur’an jauh sebelum dunia ilmu pengetahuan menemukannya. Hal ini menunjukkan bahwa konsep atom ada di dalam Islam sekaligus menunjukkan kebesaran Allah SWT.













BAB III
PENUTUP

A.   Kesimpulan
1.    Atom adalah partikel terkecil yang tersusun dari proton, neutron dan elektron
2.    Dalam perkembangannya konsep atom mengalami penyempurnaan melalui penelitian dan eksperimen para ilmuwan.Sehingga  diperoleh konsep atom modern yang pada saat ini digunakan untuk kesejahteraan umat manusia.
3.    Konsep atom yang dikemukakan oleh para ilmuwan selama ini telah membuka tabir kemukjizan  dan kebenaran Al Qur’an. Dimana kata Dzarrah yang diartikan atom telah ada di dalam Al Qur’an jauh sebelum dunia ilmu pengetahuan menemukannya.

B.   Kritik dan saran
Demikianlah makalah yang dapat kami sampaikan tentang konsep atom dalam islam dan sains. Tentunya makalah ini masih jauh dari sempurna dan masih  banyak kekurangan serta kelemahan karena keterbatasan pengetahuan dan kurangnya referensi yang kami miliki
 Kritik dan saran senantiasa kami harapkan demi sempurnanya makalah ini dan semoga dapat bermanfaat bagi kita semua
                                                                                     











DAFTAR PUSTAKA

Wiyatmo, Yusman, Fisika Atom Dalam Perspektif klasik, Semi Klasik dan kuantum, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010
Ensiklopedi, Sain dan Tehnologi, Jakarta: Lentera Abadi, 2007
Wardhana, Arya, Wisnu, Al Qur’an dan Energi Nuklir, Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2009


[1]Ensiklopedi, Sains dan Teknologi, jilid 4, (Jakarta:Lentera Abadi,2007) hal 308
[2] Yusman Wiyatmo, Fisika Atom Dalam Perspektif Klasik, Semiklasik dan Kuantum, (Yogyakarta:Pustaka Pelajar,2010),  hal 5.
[3] Ibid, 6
[4] Ibid, hal. 8
[5] Ibid, hal 12
[6] Ibid, hal 21.
[7] Hhtp// harunyahya.com. diunduh  tgl 13 oktober 2013
[8] Wisnu Arya Wardhana, Al qur’an dan energy nuklir, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009) hal 172
Previous
Next Post »
Show comments