LKS Kurikulum 2013 Berbasis Pendekatan Saintifik

11:39:00 AM Edit Artikel
Keberhasilan penerapan kurikulum 2013, salah satu faktornya adalah kemampuan guru dalam merancang pembelajaran berbasis pada pendekatan saintifik. Rancangan pembelajaran tersebut yang tertuang dalam RPP akan tinggal rencana jika tidak menggunakan strategi dalam pembelajaran. Strategi yang dimaksud adalah bagaimana cara merealisasikan pembelajaran yang berpusat pada siswa sebagaimana yang telah dirancang dalam RPP. Berdasarkan pengalaman penulis yang telah menjalani implementasi kurikulum 2013 di SMK Negeri 3 Banjarmasin sebagai sekolah piloting kurikulum 2013, menarik kesimpulan bahwa pembelajaran berpusat pada siswa yang berbasis pendekatan saintifik akan jauh efektif jika menggunakan Lembar Aktivitas Siswa (LAS) atau adan yang menyebut dengan LKS (Lembar Kerja Siswa).
Sejatinya RPP yang telah dibuat oleh guru, telah menyertakan LKS sebagai lampiran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirancang. Sayang, karena padatnya aktivitas guru, tidak jarang guru tidak menyertakan ini. Sebagai pengganti LKS yang merupakan paket dari RPP diganti dengan buku dari penerbit yang sering juga disebut dengan buku LKS. Sehingga terjadi ketidaksesuaian antara skenario dan  fakta pembelajaran.
Model pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran matematika seperti Discovery Learning, Problem Based Learning dan Project Based Learning dengan sintaknya semakin terlihat dalam proses pembelajaran. Karakter dari model tersebut menjadi masalah sebagai poros pembelajaran.  Pendekatan saintifik menitikberatkan pada proses pembelajaran berbasis pada aktivitas siswa sehingga adanya LKS diharpkan mampu mengaktifkan siswa dalam pembelajaran.
Berikut struktur dari Lembar Kerja Siswa yang diadopsi untuk mempermudah pelaksanaan model pembelajaran.
  1. Identitas LKS. Identitas terdiri dari nama anggota kelompok, kelas, serta tujuan pembelajaran.
  2. aktivitas inti. aktivitas inti terdiri dari penyajian masalah, proses penyelesaian masalah. Pada proses penyelesaian masalah, perlu memperhatikan kemampuan siswa. jika siswa memiliki kemampuan sedang sebaiknya pada proses penyelesaian masalah dipandu.
  3. Kesimpulan dari masalah. Pada aktivitas ini merupakan kesimpulan dari penyelesaian masalah.
Sebagai contoh alternatif, berikut lampiran LKS, silakaan unduh DISINI
sumber : K. sutame [Mathyess.wordpress.com]
Previous
Next Post »
Show comments