Sejarah Perdaban Islam

5:53:00 PM Edit Artikel
  1. Definisi Sejarah
Sejarah secara etimologi bersal dari bahasa Arab “sejarah” yang mempunyai arti pohon kehidupan dan kita kenal bahasa ilmiah yakni history.[1] History  berasal dari kata benda yunani yaitu historia berarto sesuatu penjelasan sistematis mengenai seperangkat gejala alam, baik susunan kronologi yang merupakan faktor atua tidak didalam penjelasan, sedangkan dalam bahasa Arab sendiri. Istilah sejarah dikenal dengan tarikh, yakni cabang ilmu pengetahuan yang berkanaan dengan teknologi berbgai peristiwa.[2]
Menurut pembagian waktu, pengertian istilah sejarah itu dapat diartikan kedalam arti sempit dan arti luas. Dalam ari sempit sejarah adalah dimulai semenjak manusia mengenal tulisan. Sedangkan sejarah dalam arti dalam arti luas adalah pengetahuan yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa dan kejadian-kejadian yang benar-benar terjadi didalam kehidupan masa lalu, termasuk kedalamnya masa prasejarah[3]
Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa sejarah adalah kronologi peristiwa atau kejadian masa lampau yang pernah dan benar-benar terjadi di masa lampau atau masa lalu.
Sejarawan Indonesia, seperti kartono kartodirjo dalam bukunya membagi pengertian sejarah pada pengertian subjektif dan objektif.[4]
Sejarah dalam arti subjektif adalah suatu kontruk, yakni bangunan yang disusun penulis sebagai suatu aliran atau cerita. Uraian atau cerita itu merupakann suatu kesatuan atau unit yang menggambarkan suatu gejala sejarah, baik proses maupun struktur, kesatuan ini menunjukkan koherensi, artinya berbagai unsur bertalian suatu sama lain dan merupakan satu kesatuan. Fungsi unsur-unsur itu saling menompang dan sedang bergantung satu sama lain. Disebut subjektif tidak lain karena sejarah memuat unsur-unsur dan isi subjek.
Sejarah dalam arti objektif adalah menunjuk kejadian atau peristiwa itu sendiri, yakni proses sejarah dan oktualisasinya. Kejadian itu sekali terjadi tidak dapat diulang atau terulang lagi. Orang yang memiliki kesempatan mengalami suatu kejadian pun sebenarnya hanya dapat mengamati sebagian dari totalitas kejadian itu. Oleh karena itu, tidak salah ada yang mengatakan sejarah berulang, masuk pada pengertian subjektif, adapun kita perlu belajar sejarah, termasuk pengertian objektif.
  1. Definisi Peradapan
Peradapan adalah suatu istilah yang digunakan untuk menyebutkan suatu istilah yang digunakan untuk menyebutkan bagian-bagian atau unsur-unsur suatu kebudayaan yang dianggap harus maju, dan indah.[5]
Peradaban adalah pertumbuhan melalui perkembangan pengetahuan dan kecakapan sehingga orang memungkinkan memiliki tabiat “Beradab”.[6]
Peradaban adalah untuk menunjukkan keadaan beradab artinya memiliki tabiat dan pengendalian diri.[7]
Peradaban adalah kemajuan lahir batin yang menyangkut sopan santun, budi bahasa dan kebudayaan suatu bangsa.[8]
Dari beberapa difinisi diatas dapat disimpulkan bahwa peradaban adalah segalah tindakan atau tingkah laku seorang atau orang lain terhadap perkembangan sehingga ia memiliki tabiat “ beradab” dan pengendalian diri terhadap dirinya sendiri untuk kemajuan lahir dan batin mencangkup sikap sopan dan santun dan budi pekerti dan bahasa yang baik.
  1. Difinisi Pendapatan Islam
Peradaban Islam yaitu lebih diartikan sebagai peradaban kaum muslimin, tetapi jika atribut  Islam terdapat pencapaian ini dititik bulatkan kepada Islam  sebagai agama yang dominan pada masa itu.[9]
Peradaban islam ialah tauhid yang memberikan identitas yang mengikat semua bagian-bagian, sehingga menjadikan mereka suatu badan yang integral.[10]
Peradaban Islam merupakan tabiat tingkah lajku yang dibangun atas nilai-nilai Islam dan dibawa oleh kewahyuan Islam sendiri yang mana kemudian di kembangkan oleh masyarakat[11]
Peradaban Islam adalah kemajuan yang menyangkut sopan santun, budi bahasa, dan tabiat yang diorentasikan pada Al-Qur’an dan hadist.[12]
Peradaban islam yaitu peradaban yang bersumber dan dibawa oleh kewahyuan Islam itu sendiri, dalam mengembangkan dan membedakan masyarakat mengembangkan dan membedakan masyarakat manusia dimana yang sebelumnya tidak pernah ada.[13]
Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa peradaban Islam adalah segala tingkah laku tabiat seseorang yang dibangun atas nilai-nilai Islami yang bersumber dan dibawa oleh wahyu Islam itu sendiri yang kemudian dikembangkan oleh masyarakat untuk kemajuan yang menyangkut sikap sopan, budi bahasa, dan tabiat yang bersumber dari ajaran Islam yakni Al-Qur;an dan As-sunnah.

  1. Definisi Sejarah Peradaban Islam
Sejarah peradaban Islam merupakan kemajuan suatu periode kekuasaan Islam mulai dari periode Nabi Muhammad Saw, sampai perkembangan kekuasaan Islam sekarang[14]
Sejarah peradaban Islam merupakan hasil-hasil yang dicapai oleh umat Islam dalam lapangan kesusastraan, ilmu pengetahuan dan kesenian[15]
Sejarah peradaban Islam merupakan kemajuan politik kekuasaan Islam yang berperan melindungi pandangan hidup Islam terutama dalam hubungannya dengan ibadah-ibadah, penggunaan bahasa, dan kebiasaan hidup bermasyarakat[16]
Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa sejarah peradaban Islam adalah kemajuan dan tingkat kecerdasan akal yang dihasilkan atau hasil-hasil yang dicapai oleh umat Islam yang berperan melindungi pandangan hidup Islam dalam hubungan dengan ibadah-ibadah dalam suatu periode kekuasaan Islam dimulai perkembangan kekuasaan Islam sekarang.

  1. B.     Perbedaan Kebudayaan dan Peradaban Islam
    1. Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan adalah pembangunan yang didasarkan pada kekuatan manusia, baik pembangunan jiwa pikiran, dan semangat melalui latihan dan pengalaman, bukti nyata pembangunan intelektual, seperti seni dan pengetahuan atau perkembangan adalah semua seni, kepercayaan isntitusi sosial seperti karakteristik masyarakat, dan sebagainya.
Pengertian kebudayaan secara komprehensif dapat dilihat dari dua pengertian berikut ini.
Kebudayaan adalah pandangan hidup sebuah masyarakat ialah totalitas spiritual, intelektual dan sikap artistik yang di bentuk oleh masyarakat, termasuk tradisi kebiasaan, adat, moral, hukum, dan hubungan sosial. Kemudian pengertian selanjutnya kebudayaan adalah semua aktivitas manusia yang nyata termasuk prestasi dalam berbagai bidang, yang berlangsung dari satu generasi kegenerasi berikutnya. Kebudayaan bermakna berbagai kegiatan yang menggunakan bahasa, menikah, mebesarkan anak-anak mencari nafkah, menjalankan pemerintah, berjuang dalam perang, danikut serta dalam berbagai kegiatan keagamaan.
Secara singkat dan sederhana kebudayaan dapat diartikan semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan teknlogi dan kebudayaan kebendaan yang diperlukan oleh manusia untuk menguasai alam sekitarnya, agar kekuatan serta hasilnya dapat digunakan untuk keperluan masyarakat. Rasa yang meliputi jiwa manusia mewujudkan segala kaidah dan nilai-nilai sosial yang diperlukan untuk mengatur masalah-masalah kemasyarakatan dalam arti yang luas cipta merupakan kemampuan mental, kemampuan berpikir orang-orang yang hidup bermasyarakat antara lain menghasilkan filsafat serta ilmu pengetahuan.
  1. Perbedaan kebudayaan dan peradaban Islam
Peradaban Islam adalah terjemahan dari kata “Arab al-hadharah islamiyah.” Kata Arab ini sering juga diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dengan kebudayaan Islam. Kebudayaan dalam bahasa Arab adalah ats-tsaqafah . di Indonesia sebagaimana juga di Arab dan barat, masih banyak orang yang menyironimkan dua kata kebudayaan (Arab, ats- tsaqafah; Inggris, Culture) dan peradaban (Arab, al-hadharah; Inggris, Civilization). Dalam perkembangan ilmu antropologi sekarang, kedua istilah itu dibedakan. Untuk melihat perbedaan Islam tersebut dapat dilihat di dalam tabel sebagai berikut.
Tabel Peradaban Kebudayaan Dan Peradaban Islam
Kebudayaan
Peradaban Islam
  • Bentuk ungkapan tentang semangat mendalam suatu masyarakat.
  • Banyak di reflesikan dalam seni, sastra, religi (agama), dan moral
  • Untuk menunjukkan upaya-upaya manusia yang masih terus berlanjut
  • Di pandang sebagai respon masyarakat manusia dengan berbagai prosesnya yang bersifat teknis dan konseptual yang terus berkelanjutan terhadap persoalan disekelilingnya.
  • Berhubungan dengan manifestasi-manifestasi kemajuan mekanis dan teknologi
  • Terefleksi dalam politik, ekonomi dan teknologi
  • Untuk menunjukkan titik akhir dari kegiatan manusia
  • Sebagai mana puncak spirit keseluruhan, dan bersifat universal, sebagai karakter umum dari sebuah zaman dan titik akhir dari berbagai hasil proses kebudayaan.
DAFTAR PUSTAKA

Akmal dan Nurasmawi. 2009. Pengantar Ilmu Pengetahuan Sosial. Pekanbaru : Yayasan Pusaka Riau.
Kartodirdjo, Sartono. 1993. Pendekatan Ilmu Sosial Dalam Metode Sejarah. Jakarta : Gramedia Pusaka Utama.
Supriyadi, Dedi. 2008. Sejarah Peradaban Islam. Bandung: Pustaka Setia.
Syalabi. 1997. Sejarah Kebudayaan Islam. Jakarta: Al Huna Zikra.
www.google.com.definisisejarah
www.google.com.definisiperadabanislam
DAFTAR PUSTAKA


[1] www. Google.com.Definisi Sejarah
[2] Dedi Supryadi. Sejarah Peradaban Islam. Bandung : Pustaka Setia .2008. halaman 13
[3] Nurasmawi dan akmal. Pengantar Ilmu Pengetahuan Sosial. Pekanbaru. Yayasan pusaka riau. 2009. halaman 46-47.
[4] Sartono kartodirjo. Pendekatan Ilmu Sosial Dalam Metode Sejarah. Jakarta: gramedia pustaka utama. 1993. halaman 14
[5] Op.Cit
[6] Ibid
[7] Ibid
[8] Ibid
[9] www.google.com.definisiperadabanislam
[10] Ibid.
[11] Ibid.
[12] Ibid.
[13] Ibid.
[14] Ibid.
[15] Ibid.
[16] Op.Cit.halaman 19
Previous
Next Post »
Show comments